Menuju Sistem Komputerisasi Pelayanan di RSUD Curup
avatar

Di jaman ini, jika kita membeli sesuatu barang di swalayan (bahkan di kota-kota kecil), sudah umum saat membayar di kasir transaksinya dibantu komputer, di mana struk print-out apa saja yang kita beli tercetak rincian harga yang harus dibayar. Swalayan hanya perlu merekrut petugas yang cantik dan ramah, seperangkat komputer yang dilengkapi aplikasi POS (Point of Sale) dan alat scan membaca barcode barang. Bahkan tidak hanya swalayan, toko handphone, bengkel, apotek dan restoran pun sudah banyak menggunakan aplikasi komputer untuk traksaksi bisnisnya. Billing tagihan yang harus kita bayar terekam di struk tagihan, sehingga nampak transparan. Tidak ada lagi kwitansi yang dibuat secara manual.

struk resto

Struk Tagihan Rumah Makan

struk5

Struk Tagihan di sebuah apotek

 

Bagaimana dengan pelayanan rumah sakit Curup?

Meski sekarang ini RSUD Curup masih melakukan transaksi secara manual (paper based), namun mau tidak mau kedepannya harus mulai berbenah menjalankan bisnis pelayanannya secara komputerisasi dengan data yang real time untuk akuntabilitas dan pelaporan keuangannya, bahkan sampai sistem remunerasi yang berbasis capaian kinerja. Banyak pilihan aplikasi SIM RS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit) atau software yang bisa dipilih. Beberapa rumah sakit banyak yang menggunakan aplikasi yang sudah terintegrasi. Aplikasi SIM RS ini ada yang berbasis jaringan web intranet ada juga yang berbasis dekstop dan mengelola data dari saat pendaftaran pasien dengan kartu barcode, rekam medis, farmasi dan perbekalan/aset rumah sakit, pengelolaan keuangan (billing system) dan laporan rumah sakit. Aplikasi SIM RS ini ada yang berharga murah dalam jutaan rupiah (dimana vendor baru mengembangkan) atau yang berharga ratusan juta (di mana vendor sudah punya testimoni penggunaan di beberapa rumah sakit).  Dari yang berbasis Windows dengan menggunakan Windows Server pada sistem LAN-nya (perlu dipikirkan lisensi OS-nya yang sebaiknya original) atau yang berbasis open source seperti LINUX yang OS-nya gratis.

struk1

Struk Tagihan di sebuah Rumah Sakit

Bagaimana kita memulainya?

Dengan berbekal “lesson learned” dari RSUD Purworejo, memang bukan langkah yang gampang untk membangun komputerisasi dan membuat billing system dalam waktu yang singkat di rumah sakit. Perlu beberapa langkah yang mesti dilakukan secara bertahap, yang kira-kira sbb :

  1. Membentuk Tim IT rumah sakit (kalau di RSUD Purworejo dibentuk Instalasi PDE (Pusat Data Elektronik RS dikepalai seorang dokter ahli syaraf yang hobi ngoprek komputer) dengan anggota orang RSUD  yg paham IT dan sarjana IT. Tugas tim ini adalah untuk membantu Direktut RSUD  untuk membuat rencana pengembangan SIM RS, menentukan platform/topologi jaringan IT yang akan dipakai serta prioritas dan ketersediaan pembiayaan, ketersediaan asset sarana dan SDM IT yang dimiliki serta melakukan pendampingan dengan vendor IT yang dipilih
  2. Kemudian  tim ini melakukan langkah implementasi secara bertahap :
      1. Persiapan, pertemuan kick-off, pemaparan rencana kerja dan  pembahasan kesiapan perangkat keras server maupun workstation, jaringan dan data induk.
      2. Instalasi   produk,  pelaksanaan   instalasi   produk  perangkat  lunak  sistem  informasi manajemen rumah sakit di seluruh workstation.
      3. Penginputan data induk, pelaksanaan penginputan seluruh data induk ke sistem basis data.
      4. Pelatihan         pengguna,       pelaksanaan    pelatihan         penggunaan, pengoperasian dan administrasi perangkat lunak kepada para pengguna dan administrator.
      5. Menjalankan modul – modul terpilih, pelaksanaan penerapan modul – modul perangkat lunak sistem informasi manajemen rumah sakit.
      6. Pendampingan, pelaksanaan pendampingan pengoperasian, penyelesaian kendala dan pemeliharaan perangkat lunak.

Insya Allah jika ada kemauan, pasti komputerisasi pelayanan rumah sakit bisa berjalan, tinggal komitmen kita semua, agar segera beralih ke rumah sakit yang akuntabel dan transparan, menuju paperless office.

Komentar Facebooker

comments

Comments are closed.