Pelayanan Instalasi Gizi

 701 total views,  2 views today

INFORMASI UMUM STANDAR PELAYANAN

PRODUK LAYANAN : Pelayanan Instalasi Gizi
JANGKA WAKTU : Sesuai dengan kasus dan tindakan
BIAYA/TARIF : Pasien umum :

Peraturan Bupati Nomor 01 Tahun 2019  tentang Tarif pola tarif pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit Daerah (RSUD) Curup Kabupaten Rejang Lebong

 

Pasien BPJS : Dijamin dengan BPJS

PENANGANAN PENGADUAN : 1.   Kotak saran

2.   SMS Center : 082175381325, 082269144481

3.   Secara langsung

Pengelolaan :

  1. Pengaduan yang bersifat medis, akan di sampaikan dengan komite medik untuk diminta jawaban dari penjelasannya berdasarkan standar RSUD Curup
  2. Pengaduan yang besifat bukan medis oleh seksi/ kabag/bidang dengan pihak yang terkait paling lambat 2 x 24 jam setelah pengaduan diproses.
DASAR HUKUM : Pasien Umum :

Peraturan Bupati Nomor 01 Tahun 2019 tentang pola tarif pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit Daerah (RSUD) Curup Kabupaten Rejang Lebong

Pasien dengan JKN : Permenkes No.59 Tahun  2014

PERSYARATAN :
  1. Pasien dan keluarga
  2. Kelompok pasien dengan masalah gizi yang sama
  3. Individu pasien yang datang atau dirujuk
  4. Kelompok masyarakat rumah sakit yang dirancang secara periodik oleh rumah sakit
SISTEM, MEKANISME, DAN PROSEDUR : Rawat Jalan
Keterangan :
1)   Konseling gizia.    Pasien datang ke ruang konseling gizi dengan membawa surat rujukan dokter dari poliklinik yang ada di rumah sakit atau dari luar rumah sakit.

b.    Dietisien melakukan pencatatan data pasien dalam buku registrasi.

c.    Dietisien melakukan asesmen gizi dimulai dengan pengukuran antropometri pada pasien yang belum ada data TB, BB.

d.     Dietisien melanjutkan asesmen/pengkajian gizi berupa anamnesa riwayat makan, riwayat personal, membaca hasil pemeriksaan lab dan fisik klinis ( bila ada). Kemudian menganalisa semua data asesmen gizi.

e.    Dietisien menetapkan diagnosis gizi.

f.     Dietisien memberikan intervensi gizi berupa edukasi dan konseling dengan langkah menyiapkan dan mengisi leaflet flyer/brosur diet sesuai penyakit dan kebutuhan gizi pasien serta menjelaskan tujuan diet, jadwal, jenis, jumlah bahan makanan sehari menggunakan alat peraga food model, menjelaskan tentang makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan, cara pemasakan dan lain-lain yang disesuaikan dengan pola makan dan keinginan serta kemampuan pasien.

g.    Dietisien menganjurkan pasien untuk kunjungan ulang, untuk mengetahui keberhasilan intervensi (monev) dilakukan monitoring dan evaluasi gizi.

h.    Pencatatan hasil konseling gizi dengan format ADIME (Asesmen, Diagnosis, Intervensi, Monitoring & Evaluasi) dimasukkan ke dalam rekam medik pasien atau disampaikan ke dokter melalui pasien untuk pasien di luar rumah sakit dan diarsipkan di ruang konseling.

2) Penyuluhan gizi
Persiapan penyuluhan :

a.    Menentukan materi sesuai kebutuhan

b.    Membuat susunan/outline materi yang akan disajikan

c.    Merencanakan media yang akan digunakan

d.    Pengumuman jadwal dan tempat penyuluhan

e.    Persiapan ruangan dan alat bantu/media yang dibutuhkan

f.     Pelaksanaan penyuluhan :
–    Peserta mengisi daftar hadir (absensi).
–    Dietisien menyampaikan materi penyuluhan.
–    Tanya jawab

Rawat Inap

Keterangan :

1.  Skrining gizi

Tahapan pelayanan gizi rawat inap diawali dengan skrining/penapisan gizi oleh perawat ruangan dan penetapan order diet awal (preskripsi diet awal) oleh dokter. Skrining gizi bertujuan untuk mengidentifikasi pasien/klien yang berisiko, tidak berisiko malnutrisi atau kondisi khusus. Kondisi khusus yang dimaksud adalah pasien dengan kelainan metabolik; hemodialisis; anak; geriatrik; kanker dengan kemoterapi/radiasi; luka bakar ; pasien dengan imunitas menurun; sakit kritis dan sebagainya.
Idealnya skrining dilakukan pada pasien baru 1 x 24 jam setelah pasien masuk RS. Metoda skrining sebaiknya singkat, cepat dan disesuaikan dengan kondisi dan kesepakatan di masing masing rumah sakit. Contoh metoda skrining antara lain Malnutrition Universal Screening Tools (MUST), Malnutrition Screening Tools (MST), Nutrition Risk Screening (NRS) 2002. Skrining untuk pasien anak 1 – 18 tahun dapat digunakan Paediatric Yorkhill Malnutrition Score (PYMS), Screening Tool for Assessment of Malnutrition (STAMP), Strong Kids.

Bila hasil skrining gizi menunjukkan pasien berisiko malnutrisi, maka dilakukan pengkajian/assesmen gizi dan dilanjutkan dengan langkahlangkah proses asuhan gizi terstandar oleh Dietisien. Pasien dengan status gizi baik atau tidak berisiko malnutrisi, dianjurkan dilakukan skrining ulang setelah 1 minggu. Jika hasil skrining ulang berisiko malnutrisi maka dilakukan proses asuhan gizi terstandar.

Pasien sakit kritis atau kasus sulit yang berisiko gangguan gizi berat akan lebih baik bila ditangani secara tim. Bila rumah sakit mempunyai Tim Asuhan Gizi/ Nutrition Suport Tim (NST)/Tim Terapi Gizi (TTG)/Tim Dukungan Gizi/Panitia Asuhan Gizi, maka berdasarkan pertimbangan DPJP pasien tersebut dirujuk kepada tim.

 

2.  Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT)

Proses Asuhan gizi terstandar dilakukan pada pasien yang berisiko kurang gizi, sudah mengalami kurang gizi dan atau kondisi khusus dengan penyakit tertentu.

JUMLAH PELAKSANA 1 Unit
KOMPETENSI PELAKSANA Ahli Gizi
PENGAWASAN INTERNAL SPI